Rabu, 17 April 2013


Sepenggal Kisah tentang Raja Airlangga - Raja Airlangga adalah seorang raja keturunan dari raja Bali, putradari perkawinan Raja Dharmo Udayana dengan Mahendradata (adik Raja Dharmawangsa).

Ketka Airlangga berusia 16 Tahun, ia diperintahkan ke Jawa dan dikawinkan dengan Putri Dharmawangsa. pada saat terjadinya perkawinan itu terjadi serangan Raja Wurawari. Akibat serangan itu istana Raja Dharmawangsa mengalami kehancuran, yang dikenal dengan Pralaya.


Di tengah-tengah kehancuran itu, Airlangga dapat meloloskan diri diiringi oleh pengikutnya yang setia bernama Narattama. Setelah merasa cukup kuat kemudian datang rakyat dari Kerajaan Medang Kamulan untuk meminta agar Airlangga mau dinobatkan menjadi Raja. Selanjutnya Airlangga dinobatkan menjadi raja dengan gelar Rakai Malu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Teguh Ananta Wikramattunggadewa.

Setelah dinobatkan menjadi raja, airlangga langsung memimpin gerakan untuk merebut kembali kerajaannya. Satu persatu musuh-musuh kerjaaan berhasil diatasi. Namun yang paling kuat adalah ratu dari daerah selatan bernama Rangda Indirah. Dengan susah payah akhirnya Rangda Indirah berhasil dikalahkan. Perlawanan Airlangga dengan Rangda Indirah ditulis dalam Kisah Cerita Canolarang.

Dengan perjuangan yang sangat berat, raja Airlangga berhasil engembalikan keamanan kerajaannya. Namun pada tahun 1042 setelah kesejahteraan kehidupan rakyatnya terjamin, Raja Airlangga mengundurkan diri dari tahta kerajaannya serta menunjuk putrinya yang bernama Sangrama Wijayatunggadewi menjadi raja. Putrinya menolak karena ingin menjadi seorang pertapa yang kemudian dikenal dengan gelar Ratu Giriputri. Selanjutnya tahta kerajaan diserahkan kepada kedua orang putranya yang terlahir dari istri-istri selur Raja Airlangga. Untuk menghindari terjadinya perang saudara, Raja Airlangga membagi kerajaannya menjadi dua. Pembagian kerajaannya itu dibantu oleh Mpu Barada.

Mpu Baradah terbang ke angkasa dengan membawa kendi berisi air. Setelah melihat bahwa wilayah kerajannya telah sama maka kendi itu dilemparkannya dan kemudian air dari kendi itu berubah menjadi aliran sebuah sungai yang menjadi batas kerajaan. Kedua kerajaan itu bernama Kerajaan Jenggala dengan Kahuripan sebagai Ibukotanya dan Kerajaan Kediri dengan Daha sebagai ibukotanya.

1 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...