Minggu, 12 Mei 2013


Siapa yang tidak mengenal Soeharto? Presiden yang memimpin Bangsa Indonesia selama 32 tahun ini merupakan sosok berwibawa dan mempunyai jasa besar terhadap pembangunan di Indonesia, walaupun beliau sudah lama wafat, namun cerita di balik keseharian mantan presiden RI yang dijuluki sebagai "Bapak Pembangunan"  ini seakan-akan tidak pernah usang untuk dibahas, Muhammad Soeharto merupakan salah seorang pria Jawa yang pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia. Soeharto menjadi orang nomor satu di Indonesia selama kurang lebih 32 tahun lamanya. Pak Harto lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921 silam. Pak Harto dilahirkan dari sebuah keluarga Jawa yang sederhana. Ayahnya bernama Kertoredjo alias Wagiyo alias Panjang alias Kertosudiro dan ibunya bernama Sukirah. Sebagai seorang pria Jawa, Pak Harto menganut falsafah Jawa dalam menjalani hidupnya. Pak Harto juga menjalankan sejumlah tradisi Jawa yang dipercayainya.

Klenik (di dalam bahasa Jawa) adalah sesuatu yang tersembunyi atau hal yang dirasahasiakan untuk umum. Dalam kultur Jawa ada ilmu yang disebut ilmu tua. Yaitu, ilmu yang diajarkan kepada mereka yang sudah matang dalam kesadarannya. Hal ini dimaksudkan agar tidak disalahgunakan, atau disalahartikan. Ilmu yang demikian ini adalah klenik.

Ilmu Klenik adalah Pengetahuan yang menjelaskan hal-hal yang gaib. Hal-hal yang bersifat tersembunyi (Wilayah misteri)

Klenik, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga diartikan sebagai sebuah kegiatan perdukunan dengan cara-cara yang sangat rahasia dan tidak masuk akal, tetapi dipercayai banyak orang. Sedangkan mistik, diartikan sebagai hal gaib yang tak terjangkau akal manusia yang biasa. 

Sementara Kejawen, dalam buku yang sama diartikan sebagai segala yang berhubungan dengan adat dan kepercayaan Jawa. Padahal, dalam dunia kini, kepercayaan Jawa, acapkali bersinggunggan dengan ritual-ritual yang menurut logika dan ilmiah sangat tidak masuk akal. Seperti ritus bertapa, semedi, menyimpan benda keramat hingga mendatangi tempat-tempat keramat.

DUNIA SUPRANATURAL SOEHARTO
Mantan Presiden RI, Soeharto, memiliki sejumlah penasihat spiritual untuk melanggengkan kedudukannya di kursi kepresidenan. Para penasihat spiritual itu bertugas untuk membentengi Soeharto dari segala macam serangan yang akan menggoyahkan kedudukannya.

Dibandingkan dengan presiden-presiden lain dalam sejarah Indonesia, Soeharto adalah yang dikenal paling dekat dengan dunia Perdukunan dan Supranatural. Tentang kedekatannya dengan dunia paranormal, Soeharto sendiri mengakui dalam buku Ucapan, Pikiran dan Tindakan Saya (Otobiografi Soeharto yang ditulis oleh Ramadhan KH dan G. Dwipayana). Ia mengaku akrab dengan dunia kebatinan dan kejawen. Bagi Soeharto, ilmu kebatinan merupakan sebuah kajian ilmu yang dipelajari seorang manusia dalam usahanya untuk mendekatkan jiwanya kepada Tuhan. Jadi, hampir tak ada bedanya dengan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh agama atau aliran-aliran kepercayaan yang lain.

Kabar “keakraban” Soeharto dengan hal-hal klenik bisa dibuktikan dengan banyaknya ia memiliki benda-benda pusaka. Sekitar 2000 pusaka yang dimiliki Soeharto (Ki Ageng Pamungkas). Salah satunya yang digunakan adalah Keris Keluk Kemukus, “ujar paranormal Ki Ageng Selo, dukun yang kerap disebut sebagai penasihat spiritual Soeharto, sebagaimana dikutip dari majalah Misteri (1998). Konon, menurut Ki Ageng Selo, Keris Keluk Kemukus merupakan pusaka yang sangat ampuh. Bila dicabut dari warangka (sarung)-nya, maka pemegang pusaka itu bisa menghilang. Begitu pula kebalikannya, bila disarungkan kembali, maka si pemegangnya akan kelihatan kembali.

Benda-benda pusaka itu juga termasuk batu-batuan yang memiliki kekuatan gaib. Menurut paranormal Ki Edan Amongrogo, seorang paranormal kondang pada masa Orde Baru, Soeharto memiliki batu mirah delima yang telah banyak secara spiritual dalam melakukan tugas-tugasnya selama dia menjabat sebagai presiden (Liberty, 1-10 Juni 1998).

Sementara soal hubungannya dengan dukun, kalangan paranormal mengatakan, Soeharto memiliki 1000 dukun yang setia membantunya. Dukun-dukun itu tersebar ke berbagai daerah di Indonesia. Tapi jumlah sebanyak itu tidak dibenarkan oleh Ki Ageng Selo. Ia memperkirakan, selama menjabat, Soeharto hanya memiliki 200 dukun yang secara aktif membantunya (Gelanggang Rakyat, 18 Oktober 1998). Saking akrabnya Soeharto dengan dukun, ada seorang paranormal yang meramalkanlengsernya Soeharto akan terjadi bila paranormal andalannya meninggal. Eyang Tomo, paranormal andalan Soeharto sebelum meninggal pada 15 Januari 1998 mengatakan, kalau nanti saya lengser, maka Soeharto juga pasti akan lengser, tutur Ki Gendheng Pamungkas (Gelanggang Rakyat, Minggu Legi, 18 Oktober 1998).

Tempat keramat yang sering dikunjungi Soeharto antara lain adalah Jembe Pitu Cilacap dan Gunung Selok di sekitar Gunung Srandil. Selain itu juga disebut-sebut nama Gunung Kemukus, Gunung Arjuno dan lain-lain. Apa yang dilakukan Soeharto di tempat-tempat itu? Tentunya ia melakukan tapabrata, nyepi atau semedi. Ia berkomunikasi dengan kekuatan supranatural dengan tujuan untuk mendapatkan dukungan agar maksud dan keinginannya bisa terlaksana. Dan, dalam interaksi tersebut, konon ada perjanjian-perjanjian soal adanya tumbal (imbalan bagi kekuatan gaib) yang dimintai tolong Soeharto untuk menjaga kekuasaannya di bumi Indonesia.


Gemar Bertapa
Soeharto adalah penganut setia tradisi leluhurnya. Karenanya tak heran jika Pak Harto menggunakan filosofi Jawa dalam kepemimpinannya. Dalam buku 'Dunia Spiritual Soeharto', Arwan Tuti Artha, diceritakan Pak Harto banyak mengunjungi tempat-tempat keramat untuk bertapa. Ritual itu dilakukan Pak Harto untuk mempertahankan posisinya sebagai penguasa tunggal di Indonesia saat itu. Tempat-tempat spiritual itu beberapa di antaranya adalah; Padepokan Lang Lang Buana Gunung Srandil di Cilacap, Kali Garang, Sampangan Semarang, makam Pangeran Purbaya di Desa Maguwaharjo, Berbah, Sleman dan lain-lain. Masyarakat di Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Cilacap, mengaku sering melihat rombongan kepresidenan yang dipimpin Pak Harto mendatangi tempat pemujaan Jambe Pitu yang terdapat di desa tersebut. Penguasa Orde Baru ini selalu datang didampingi seorang guru spiritual kepercayaannya yang berasal dari Semarang yang bernama Romo Diyat.

Pecinta Keris Pusaka
Sebagai pria Jawa, Pak Harto sangat mencintai benda-benda pusaka. Dalam buku 'Misteri Pusaka-pusaka Soeharto' karya Ki Juru Bangunjiwo, diceritakan Pak Harto sangat mencintai benda pusaka. Keris menjadi pusaka yang paling berarti bagi Pak Harto. Makna pusaka keris sebagai piyandel dan diwujudkan dalam sifat kandel. Piyandel artinya bahwa keris merupakan sebuah keyakinan akan sebuah harapan, doa, dan cita-cita yang ditorehkan dan disimpan untuk diteruskan kepada anak cucunya. Soeharto juga meyakini, keris melambangkan pentingnya keprihatinan dalam kehidupan ini. Sehingga anugerah yang turun bukan untuk diri sendiri, tetapi bagi keturunannya.

Tidur di Titisan Luar Rumah
Soeharto dikenal sebagai seorang Presiden Indonesia yang mempercayai dunia mistis. Sejak kecil, Pak Harto sudah mempelajari spiritual, salah satunya dari ayah tirinya Atmopawiro. Salah satu ilmu spiritual yang dijalankan Pak Harto adalah tidur di tritisan atau di bawah ujung atap di luar rumah. Pak Harto juga rajin menjalankan puasa Senin Kamis. "Pada masa itu saya ditempa mengenal dan menyerap budi pekerti dan filsafah hidup yang berlaku di lingkungan saya. Mengenal agama dan tata cara hidup Jawa," kata Soehartodalam biografi 'Soeharto, Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya' yang ditulis G Dwipayana dan Ramadhan KH. Sebagai pria Jawa, Pak Harto benar-benar menghayati soal penghormatan terhadap harmoni dan keselarasan hubungan antara manusia dan alam semesta.

Dekat dengan Ilmu Kebatinan
Selain menyukai benda pusaka, Pak Harto sangat mempercayai dunia kebatinan. Pak Harto percaya hubungan manusia harus harmonis dan selaras dengan alam semesta. Dalam buku biografi 'Soeharto, Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya' yang ditulis G Dwipayana dan Ramadhan KH, penguasa Orde Baru itu mengakui kedekatannya dengan ilmu kebatinan. Namun, jenderal besar itu menampik jika ilmu kebatinan disamakan dengan klenik. Menurutnya, ilmu kebatinan untuk mendekatkan diri dengan Tuhan yang Maha Esa. "Sesuai dengan peninggalan nenek moyang kita. Ilmu kebatinan itu adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Mendekatkan batin kita kepada-Nya. Orang kadang-kadang salah kaprah, mengira ilmu kebatinan itu ilmu klenik," kata Soeharto.


Sumber : 
  1. Klenik
  2. Dunia Supranatural Soeharto
  3. Ritual Kebatinan Mantan Presiden Soeharto 
  4. Soeharto dan Klenik



0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...